Mempertanyakan Hukum di Indonesia

Berita yang sedang heboh dan mendapat perhatian khusus dari seluruh masyarakat adalah berita mengenai kasus seorang nenek yang mencuri 3 biji Kakao. Yap, kasus ini sangat mengiris hati nurani kita. Pertama kali saya mendengar berita ini di TV One, sangat prihatin sekali dan kesal sendiri ngeliat peristiwa ini. Kesalnya bukan sama nenek Minahnya tapi kesal dengan hukum di Indonesia yang sungguh tidak adil terhadap rakyat kecil seperti nenek Minah.

Ceritanya begini, nenek Minah adalah seorang tani di sebuah perkebunan Kakao atau coklat di perkebunan milik PT RSA di daerah Banyumas,Jawa Tengah. Ketika sedang bekerja, nenek Minah mengambil 3 biji Kakao untuk ditanam di halan rumahnya sebagai bibit. mungki lagi apes aja kali ya nenek Minah, saat itu ketahuan oleh mandor perkebunan itu. Dan nenek minah pun dibawa ke kantor polisi dan diurus secara hukum. Dan hasilnya nenek Minah di jatuhi hukuman selama 1bulan 15hari. Coba kalian bayangkan, hanya untuk 3 biji buah Kakao, sampe dihukum begitu berat untuk seorang nenek yang hanya hidup dari penghasilan bertani untuk membiayai dua orang cucunya dan suaminya yang juga hanya seorang tani. Kejadian ini terjadi di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Daerah itu dekat dengan kampung hjalaman orang tua ku di Purwokerta dan nenek Minah diadili di pengadilan Purwokerto. Nenek Minah harus menghadiri persidangan setiap harinya, itu tidak dekat dan tidak mudah, nenek Minah harus berjalan kaki menuju Purwokerto berpuluh-puluh kilometer karena beliau tidak ada sangu alias uang. Miris melihat keadaan nenek minah, seorang nenek tua renta yang harus mengalami penderitaan seperti itu hanya karena mencuri 3 biji Kakao.

Ya walaupun saya tahu mencuri itu adalah perbuatan yang tidak baik dan harus mendapatkan hukuman yang setimpal kepada yang bersalah, dan saya juga tahu dalam kasus ini nenek Minah bersalah tapi apa kah pantas hukuman yang diterima oleh nenek Minah ini selama 1bulan 15 hari, mari kita bandingkan dengan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh bapak-bapak terhormat di pemerintahan sana baik di pusat atau di daerah. Para koruptor yang tidak punya hati nurani itu HANYA DIJATUHI HUKUMAN 2TAHUN PENJARA bahkan ada yang DIBEBASKAN,padahal unag yang dikorupsi mencapai Rp. 2 MILIAR bahan LEBIH! Hukuman itu tidak setimpal dengan apa yang diterima nenek Minah. Dalam konfirmasi dengan pihak PT RSA yang diwakili oleh administrator PT tersebut, beliau mengatakan bahwa Kakao yang diambil nenek Minah bukan 3 biji, melainkan 3kg. Dan ternyata 3kg Kakao itu hanya berkisar Rp. 30.000 saja. Betapa egoisnya mereka, walaupun mereka hanya ingin memberikan efek jera kepada warga yang seringa melakukan pencurian ini karena kasus mencuri buaha Kakao di erkebunan tersebut sering terjadi. Tapi menurut saya, hanya untuk Rp. 30.000 saja, toh PT RSA tidak akan bangkrut melihat perkebunan yang sebesar itu. Menurut pihak PT RSA, nenek Minah tidak ada tindkan untuk melakukan damai dengan musyawarah, tapi menurut nenek Minah dan pihak kepolisian, mereka sudah melakukan musyawarah agar kasus ini diselesaikan dengan damai dan nenek Minah pun sudah minta maaf dan mengembalikan biji Kakao tersebut ke pihak PT RSA. Mana yag benar atau yang salah, bisa dikembalikan ke pendapat kalian semua kawan-kawan.

Menurut saya, apakah kasus ini tidak bisa diselesaikan dengan damai saja, apakah pihak perkebunan tersebut tidak punya hati nurani dalam kasus ini? Disinilah peran hukum di Indonesia, yang katanya masyarakat harus dilindungi oleh hukum, tapi apa yang terjadi dengan nenek Minah. Ini sungguh TIDAK ADIL untuk nenek Minah dibandingkan dengan hukuman yang diterima oleh PARA KORUPTOR seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Kasus ini cukup menggambarkan betapa busuk dan bobroknya hukum di Indonesia.

Tulisan ini hanya untuk mewakili keprihatinan saya terhadap hukum di Indonesia dan keadaan nenek Minah. Untuk nenek minah, Semangaaatt ya nek!

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mempertanyakan Hukum di Indonesia

  1. Negeri ini memang selalu penuh ironi. Salah satu contoh terbaru adalah bagaimana para ‘pencuri’ kelas teri mendapat hukuman yang kurang setimpal dengan perbuatannya. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh para pencuri ‘koruptor’ kelas kakap yang banyak menghilangkan miliaran uang rakyat.
    Sungguh sebuah fakta yang menyesakan dada. Mudah-mudahan di kemudian hari hal seperti tidak terjadi lagi. Hukuman harus diberikan dengan seadil-adilnya, sesuai dengan beratnya kesalahan yang dilakukan.
    Cara Membuat Blog

    • uwiiii berkata:

      Hukum di Indonesia masih harus dipertanyakan, ini sangat merugikan rakyat kecil kalau hanya mencuri 3 buah kakao seharga Rp.30.000 harus dihukum selama 1 bulan 15 hari sedangkan hal ini tidak terjadi dengan kasus korupsi yang sudah jelas sangat merugikan rakyat dan negara. Semoga hukum di Indonesia bisa lebih baik dan rakyat tidak harus menunggu lama akan artinya keadilan yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s