Pengemis Merajalela, Razia pun Dilakukan

Semakin banyak pengemis beredar di setiap daerah tak terkecuali ibu kota Jakarta. Begitu banyak pengemis-pengemis, dan balakangan ini sedang gencar dilakukannya razia terhada pengemis bukan hanya di ibu kota tapi di Semarang, Jawa Tengan yang belum lama ini dilakukan. Dalam gambar ini adalah bukti nyata betapa banyaknya pengemis di Indonesia, gambar ini dikutip dari http://www.detiknews.com/images/content/2009/08/31/10/Pengemis-(Gagah)-dalam.JPG :

Ironisnya diantara para pengemis itu sebagian besar adalah anak-anak. Bayangkan, mereka berkeliaran di jalan raya seperti lampu merah dimana seharusnya mereka berada di sekolah untuk belajar bukan untuk bekerja. Mereka pun tidak lepas dari razia tersebut. Lebih miris lagi ketika mereka mengatakan bahwa mereka disuruh oleh orang tuanya atau untuk membantu keadaan ekonomi keluarga. Semiskin itukah mereka? pernah saya liat tayangan berita di televis, diberita tersebut diberitakan bahwa ada wadah yang menaungi mereka dimana setiap pagi mereka diantar ke lampu merah sekitar dan dimalam harinya mereka dijemput untuk kembali pulang. Mungkin saja penghasilan mengemis mereka diminta oleh pimpinan dari perkumpulan tersebut. Kalaupun memang benar adanya wadah yang menaungi para pengemis, mengapa tidak para pengemis tersebut diberi keterampilan untuk menghasilkan sebuah karya agar bisa dijual dan menghasilkan uang. Bukankah pekerjaan itu lebih baik dan terhormat daripada mengemis.

Gambar berikut diambil dari http://www.detiknews.com/images/content/2009/08/31/10/pengemis-dalam.jpg :
Melihat gambar tersebut, saya jadi teringat cereita tetangga saya dulu ketika secara tidak sengaja bertemu dengan seorang ibu yang sedang meminta-minta sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Ibu itu masih terlihat mudah mungkin usianya baru sekitar 35 tahun dan masih sehat, persis seperti yang tampak pada gambar ini. Ketika itu juga tetangga saya menawarkannya sebuah pekerjaan untuk jadi tukang cuci dan nyetrika baju. Tetangga saya optimis tawarannya akan diterima tapi apa jawaban ibu itu, beliau hanya menjawab dengan entengnya seperti ini “nggak ah, malas dan cape!”. Sontak tetangga saya kaget mendengar jawaban ibu itu, seharusnya ibu itu menerima pekerjaan tersebut setidaknya pekerjaan itu lebih baik dari pada mengemis. Memang benar kata orang, kalau mengemis itu dekat dengan kemalasan dan kemalasan itu sangan dekat dengan kemiskinan.

Kasus seperti ini seharusnya dapat dijadikan sebagai cermin untuk pemerintah bahwa masih banyak rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan. Betapa Ironis dan mirisnya, ketika para pejabat disana sedang asik menikmati uang rakyat,sedangkan rakyatnya sendiri masih terbelenggu dengan permasalahan ekonomi yang tak kunjung selesai. Lalu apa upaya pemerintah untuk menangani hal ini? bukankah sudah cukup jelas dalam UUD 1945 pasal 34 yang menyataka bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar menjadi tanggungan negara.

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pengemis Merajalela, Razia pun Dilakukan

  1. shindohjourney berkata:

    yang kita tahu ga pernah ada yang namanya pemerataan pendapatan di Indonesia itu dah bkn rahasia lg kan…
    means pemerintah kurang peduli sama rakyat kecil…
    tapi klo masalah sekkarang ini tergantunng dari kesadaran si manusianya itu sendiri klo dia ulet org itu hrg diri tinggi dia pasti ga mau ngemis biar sesusah apapun hidupna
    jd klo menurut Qu ya…
    Etos males tuh dah mewabah sama si manusianya itu
    ntu dia yg bikin jmlh mrk brtmbh

  2. pernah nonton uya emang kuya ga??klo pernah ada tuh salahg satu episode tentang pengemis,dy bilang pas puasa n idul fitri bisa ngantongin uang sebesar 4 juta,ckckckc.kalah tu ma thr bokap n nyokap gw kerja udah gitu gayanya lagi tu pengemis suka jalan-jalan ke mal buat belanja dll.bayangin aj uang yang kita kasih untuk mereka makan disalah gunain kyk gt. ya emang sih ga semua pengemis kyak gt.makanya klo mw ngasih lebih selektif deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s