PEDOMAN MENGHADAPI WAWANCARA

PEDOMAN MENGHADAPI WAWANCARA

Insyaallah tahun 2010 ini adalah tahun terakhir saya mengikuti perkuliahan di Universitas Gunadarama (Amin Amin Amin Yarobbal’alamin) Setelah terlepas nantiya dari dari dunia perkuliahan, saat aku akan menghadapi dunia kerja. Banyak hal yang mesti dipersiapkan dalam memasuki dunia kerja, salah satunya pasti akan ada tahap dimana kita melamar pekerjaan. Dan dalam tahap tersebut pastinya juga ada proses dimana kita akan di tes baik tes psikotes ataupun wawancara (interview). Berikut adalah pedoman menghadapi wawancara yang saya kutip dari buku Hardi Soenanto
Setelah mengalami berbagai penyeleksian, pihak perusahaan biasanya memanggil para pelamar yang memenuhi kriteria penilaian untuk mengikuti wawancara. Dalam wawancara, pihak perusahaan akan mengetahui sejauh mana pihak melamar memiliki motivasi yang baik terhadap perusahaannya.
Mengingat pentingnya peranan wawancara dalam menentukan diterima atau tidaknya pihak pelamar, maka Anda sebagai pelamar harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi wawancara ini. Anda harus berusaha meyakinkan pihak perusahaan bahwa Anda memiliki kriteria yang dibutuhkan dan Anda memiliki dedikasi yang tinggi bagi perusahaan yang aka dilamar. Namun, jangan melebih-lebihkannya sehingga tidak sesuai dengan kenyataan atau malahan menutupi kemampuan yang Anda miliki.
Bila Anda melebih-lebihkan kemampuan yang dimiliki maka bila Anda diterima di perusahaan yang Anda lamar, tentunya pihak perusahaan akan memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuan Anda (seperti yang Anda kemukakan dalam wawancara). Coba bayangkan bila Anda diberi tugas untuk mengadakan presentasi tentang suatu produk di hadapan para karyawan lain atau bahkan pihak manager perusahaan, sementara itu Anda sama sekali tidak mengetahui tentang produk tersebut. Tentu saja, Anda akan merasa kelabakan, mencari informasi ke sana-sini atau mungkin saja Anda melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang yang profesional. Sebaliknya, bila menyembunyikan kemampuan yang Anda miliki, pihak perusahaan tidak akan menerima Anda karena menganggap Anda tidak memenuhi kriteria yang mereka butuhkan. Itulah sebab Anda harus mengemukakan kemapuan anda yang sebenarnya.
Berikut adalah cara praktis dalam menghadapi wawancara.
1. Perhatikan penampilan Anda. Penampilan pertama harus menimbulkan kesan baik dan tidak dibuat-buat. Perhatikan sikap, cara berdiri dan berjalan, jangan sampai menimbulkankesan angkuh. Selain itu, perhatikan kebersihan gigi dan mulut agar tidak tidak menimbulkan bau yang tidak sedap ketika berbicara dengan orang yang mewawancarai. Kadanga-kadanga karena terburu-buru, Anda lupa membersihkan gigi dan mulut anda. Jangan memakan makanan yang menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.
2. Siap untuk melakukan wawancara. Dalam hal ini Anda perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh pihak yang mewawancarai. Persiapkan diri Anda dengan berbagai pengetahuan dan sertifikat keterampilan yang Anda miliki. Bila perlu, buka kembali buku-buku penunjang yang Anda miliki yang sesuai dengan profesi yang dicari oleh pihak perusahaan. Semakin luas wawasan Anda, semakin besar peluang yang akan Anda peroleh.
3. Hindari membicarakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan profesi yang Anda lamar. Hal ini dapat mengurangi minat pewawancara untuk melakukan wawancara dengan Anda karena merasa bosan mendengarkan ”pidato” Anda. Usahakan berbicara secukupnya saja sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Jangan membumbui dengan hal-hal yang tidak perlu diceritakan, kecuali bila Anda diminta untuk menerangkan suatu hal yang harus dijawab sesuai dengan disiplin ilmu yang Anda miliki. Selain itu Anda harus menghindari sikap berlebihan atau mengalahkan pihak pewawancara dengan cerita-cerita Anda. Namun, bukan berarti Anda menjadi pendiam dan tidak mengutarakan pandangan Anda sama sekali. Karena hal ini dapat mengurangi nilai plus yang Anda miliki.
Bila ditanyakan perihal gaji, sebaiknya Anda tidak menyebutkan suatu angka kecuali bila pewawancara memaksa Anda. Hal ini ditujukan untuk menghilangkan kesan bahwa Anda menuntut jumlah yang terlalu tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki.
4. Bersikap sopan pada saat memasuki ruang wawancara. Hal ini dapat memberikan nilai tambah bagi Anda. Ketuklah pintu terlebih dahulu dan jangan duduk sebelum dipersilakan. Duduklah dengan tenang, kepala tegak, dan pandangan lurus ke muka jangan sekali-kali memperhatikan penampilan orang yang mewawancarai Anda, misalnya Anda menyapu pandangan Anda pada pakaian yang dikenakan, rambutnya, atau wajahnya. Selain itu, usahakan untuk tidak menampakkan perasaan grogi yang mungkin terjadi, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menghadapi wawancara. Hal ini dapat mematikan kreativitas yang Anda miliki atau yang lebih parah, Anda tidak bisa berbicara sama sekali atau menjawab pertanyaan dengan terbata-bata.
5. Pada saat meninggalkan ruang wawancara, usahakan untuk selalu bersikap tenang, tidak terburi-buru dan ucapkan terima kasih kepada pewawancara.
Demikianlah langkah-langkah yang harus Anda perhatikan agar wawancara yang Anda lakukan dapat berjalan dengan baik. Semoga infromasi ini bisa berguna bagi saya atau bagi teman-teman yang baru memulai masuk dalam dunia pekerjaan. Sukses Selalu….^^

DAFTAR PUSTAKA
Soenanto, Hardi. 2002. Memahami Psikotes. Bandung : CV. Pustaka Grafika.

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke PEDOMAN MENGHADAPI WAWANCARA

  1. dwiki berkata:

    THANKS ZAAAAA
    Q AKAN MENJALANKAN APA YANG ANDA SEBUTKAN TADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s