Pendidikan Antikorupsi Harus Dikenalkan Sedini Mungkin

Sangat SETUJU dengan judul diatas. Antikorupsi harus dikenalkan sedini mungkin adalah semboyan yang harus ditanamkan oleh semua masyarakat Indonesia termasuk mereka-mereka yang mempunyai peluang besar akan terjadinya kemungkinan melakukan korupsi. Sebenarnya korupsi bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja, tidak hanya dilakukan oleh mereka yang mempunyai jabatan tinggi atau mereka yang mempunyai kekuasaan melainkan korupsi bisa saja dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki jabatan tinggi tapi memiliki kesempatan untuk melakukan korupsi. Sangat sangat disayangkan mereka yang melakukan hal tersebut, karena walau bisa menguntungkan bagi mereka yang melakukannya tetapi banyak kemudaratan dari perbuatan itu salah satunya adalah kerugian yang dirasakan oleh masyarakat kecil karena tidak bisa dipungkiri akibat dari perbuatan itu akan sangat berdampak besar terhadap kehidupan rakyat kecil.

Kasus Korupsi di Indonesia tidak akan pernah terselesaikan, karena apa/ karena hidup mereka hanya diatur oleh uang uang dan uang. Mereka tidak memikirkan dampak apa yang terjadi jika melakukan ha itu. mereka hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan golongannya. Memang tidak bisa dipungkiri, uang adalah kebutuhan vital dalam hidup tapi bukan berarti uang bisa membeli segalanya termasuk keadilan. Seperti kasus-kasus yang sekarang ini sedang marak yaitu pemberantasan korupsi yang berkedok markus. Apakah para markus-markus ini sebelum bertindak pasti memikirkan kepentingan rakyat kecil? tidak! mereka hanya memikirkan kepentingan diri mereka sendiri. Padahal bisa saja uang yang mereka dapatkan itu adalah milik rakyat.

Maka dari itu, sejak dini haruslah ditanamkan jiwa antikorupsi. Karena ini akan mendidik generasi penerus bangsa gara bisa memajukan bangsa ini tanpa KORUPSI. Berikut adalah kilasan berita yang saya kutip dari yahoo.com bersumber dari Antara.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Gerakan Pendidikan Anti-Korupsi (Gepak) Thariq Mahmud berpendapat, penyelenggaraan pendidikan antikorupsi kepada siswa di sekolah bisa menjadi jawaban melawan praktik korupsi melalui sarana pendidikan sedini mungkin.

“Pendidikan antikorupsi ini merupakan proyek jangka panjang menuju pembentukan Indonesia baru. Program pendidikan antikorupsi yang dilakukan di sekolah-sekolah harus dilakukan secara bersama dan konsisten,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Artinya, ia menambahkan, program tersebut harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pemberantasan korupsi mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, kejaksaan, Kementerian Pendidikan Nasional hingga kalangan masyarakat madani seperti LSM, ormas-ormas, dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari masyarakat, kata Thariq, Gepak juga juga telah menyiapkan program tersebut, dengan target dan sasaran siswa sekolah menengah.

Dikatakannya bahwa program pendidikan antikorupsi itu sejatinya perlu dimasukkan sebagai mata ajaran khusus sehingga bisa lebih terfokus dalam pengajarannya.

“Namun kita juga harus melihat secara bijak dan hati hati. Perlu dicari metode yang baik sehingga mata ajaran ini bisa diterima oleh para siswa. Sebab bila mata ajaran ini terlalu `dipaksakan`, maka dikhawatirkan itu malah akan menyusahkan anak didik setelah saat ini peserta didik sudah demikian sesak dengan mata pelajaran yang harus dipelajari dan diujikan,” ujarnya.

Dikhawatirkan pula bahwa nantinya anak didik akan terjebak dalam kewajiban mempelajari materi kurikulum antikorupsi yang pada akhirnya akan memunculkan antipati pada mata pelajaran itu.

Lebih lanjut Thoriq menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi itu bukan cuma berkutat pada pemberian wawasan dan pemahaman saja tetapi diharapkan juga menyentuh pula ranah afektif dan psikomotorik, yakni membentuk sikap dan perilaku antikorupsi pada siswa.

Karena itu, pengajaran pendidikan antikorupsi ini pendekatannya bersifat terbuka, dialogis, dan diskursif sehingga mampu merangsang kemampuan intelektual siswa dalam bentuk keingintahuan, sikap kritis dan berani berpendapat.

“Dalam konteks pendidikan antikorupsi ini, tatacara pengajaran tradisional mestinya dihilangkan. Siswa bukan obyek di mana mereka diisi dengan segala macam informasi dan nasihat dan setelah itu dituntut mengeluarkannya kembali. Bukan pendekatan seperti itu yang dibutuhkan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Thariq menjelaskan bahwa tumbuh suburnya korupsi di Indonesia semata-mata bukan hanya penegakan hukum yang buruk saja, namun ada pula faktor dari masyarakat itu sendiri yang memandang korupsi sebagai hal biasa saja.

Ditegaskannya bahwa permisivitas masyarakat atas korupsi itu sedikit demi sedikit harus dikikis, dan mereka harus mulai berani mengambil tindakan memberikan sanksi sosial secara tegas kepada koruptor seperti pengucilan koruptor dalam masyarakat.

“Terkait hal itu, penanaman karakter dan pemberian pendidikan antikorupsi harus dilakukan sebagai upaya pencegahan sedini mungkin, khususnya kepada kalangan generasi muda,” demikian Thariq.

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s