Penting bagi Para Calon Ibu!

Saya tertarik untuk menulis mengenai ini karena pengalaman yang dialami oleh kakak ku beberapa hari yang lalu. Pada hari sabtu 2 Mei 2010, kakak ku menjalani kontrol kandungannya yang sudah menginjak minggu ke-19. Pada saat USg, ternyata menurut dokter kandungannya, jumlah air ketuban kakakku berkurang dan ini sangat riskan untuk keadaan bayi serta ibunya. Sempat kaget juga ketika aku mendengar kabar itu dari ibuku, karena kebetulan ibuku bekerja sebagai perawat di rumah sakit tersebut. Karena setau ku air ketuban ibu hamil itu tidak boleh berkurang dan si bayi di dalamnya harus tetap terbungkus oleh air ketuban tersebut. Pada saat itu juga, kakakku disarankan oleh dokter untuk bedrest di rumah sakit agar dapat diobservasi dengan mudah. Akhirnya kakakku pun mengikuti saran dokter tersebut.

Kata dokter, air ketuban itu bisa bertambah lagi dengan banyak minum dan bedrest selama beberapa waktu. Mungkin juga yang menyebabkan air ketuban bisa berkurang adalah karena banyaknya aktivitas sang ibu yang tanpa disadarinya sedikit demi sedikit air ketuban itu merembes serta kurangnya mengkonsumsi air putih seperti yang sedang dialami kakakku ini. Ternyata kakaku jarang minum air putih di kantornya, karena alasan pantry nya jauhlah atau penuh dan ngantri kalai mau ke pantry (alasan saja kakakku itu!). Ibuku menangis melihat keadaan kakakku begitu juga kakakku. Tapi hal itu tidak boleh terus menerus terjadi, yang penting sekarang kakakku harus bisa menjaga kandungannya agar tetap sehat sampe lahir nanti.

Karena aku penasaran, akhirnya aku pun searching mengenai hal ini, berikut adalah kutipan hasil searchingan yang saya dapat dari sumbernya yaitu http://www.drdidispog.com/2009/06/oligohidramnion-air-ketuban-sedikit.html :

Air ketuban memiliki beberapa peranan yang penting diantaranya melindungi bayi dari trauma, terjepitnya tali pusat, menjaga kestabilan suhu dalam rahim, melindungi dari infeksi, membuat bayi bisa bergerak sehingga otot2nya berkembang dengan baik serta membantu perkembangan saluran cerna dan paru janin.

Ada beberapa definisi oligohidramnion yang dipakai diantaranya:
* Berkurangnya volume air ketuban (VAK)
* Volumenya kurang dari 500 cc saat usia 32-36 minggu
* Ukuran satu kantong (kuadran) < 2 cm
* Amniotic fluid index (AFI) < 5 cm atau < presentil kelima

VAK tergantung dari usia kehamilan, sehingga definisi terbaik adalah < presentil kelima.

VAK meningkat secara stabil saat kehamilan, volumenya sekitar 30 cc pada 10 minggu dan mencapai puncaknya 1 Liter pada 34-36 minggu, yang selanjutnya berkurang. Rata-rata sekitar 800 cc pada 40 minggu. Pengurangan volume maksimal bisa mencapai 150 cc/minggu pada usia hamil 38-43 minggu.

Tiga hal utama yang berperan adalah VAK adalah(1) regulasi normal aliran air ketuban dari janin, (2) pergerakan air dan bahan2 yang larut didalamnya serta menembus membran (3) Efek ibu pada pergerakan cairan menembus plasenta.

Sumber ketuban yang berperanan adalah pipis bayi yang merupakan sumber utama air ketuban dalam TM II. Sumber lain adalah cairan yan berasal dari paru janin serta rongga hidung janin.

Oligohidramnion diakibatkan oleh banyaknya cairan yg hilang ataupun kurangnya produksi urin janin. Secara umum oligohidramnion berhubungan dengan salah satu kondisi dibawah ini:
* Pecahnya selaput ketuban.
* Kelainan bawaan pada saluran ginjal dan atau saluran kemih janin.
* Produksi pipis janin yang kurang secara kronis.
* Hamil lewat waktu (Postterm)

Oligohidramnion lebih sering ditemukan pada kehamilan yang sudah cukup bulankarena VAK biasanya menurun sat hamil sdh cukup bulan. Ditemukan pada sekitar 12 % kehamilan yang mencapai 41 minggu.

Diagnosa dibuat dengan pemeriksaan USG yaitu dengan mengukur indeks caira ketuban (Amniotic Fluid Index= AFI). Tetapi secara klinis (dengan pemeriksaan fisik) bisa diduga dengan : pengukuran tinggi rahim dari luar serta bagian bayi yang mudah diraba dari luar (didinding perut ibu). Namun hal ini hanya berupa asumsi/dugaan saja, tetap haris dikonfirmasi dengan USG.

USG juga bisa melihat anantomi janin untuk melihat kelainan seperti ginjal yang tidak tumbuh (dengan tidak terlihatnya pipis di kandung kemih janin). Serta untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan janin. Pemeriksaan dengan spekulum dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kebocoran air ketuban akibat pecahnya air ketuban.

Oligohidramnion didefinisikan sebagai AFI yang kurang dari 5 cm. Karena VAK tergantung pada usia kehamilan maka definisi yang lebih tepat adalah AFI yang kurang dari presentil 5 ( lebih kurang AFI yang <6.8 cm saat hamil cukup bulan).

VAK merupakan prediktor kemampuan janin menghadapi persalinan, karena kemungkinan tali pusat terjepit antara bagian bayi dan dinding rahim meningkat tatkala air ketuban sedikit. Hal ini akan menimbulkan gawat janin serta persalinan diakhiri dengan bedah cesar.

Jika terjadi oligohidramnion sebeleum cukup bulan, dilakukan perawatan secara ekspektatif tergantung kondidi bayi dan ibu, sedangkan jika terjadi pada hamil cukup bulan, dilakukan pengakhiran kehamilan (terminasi) sesuai dengan kondisi kematangan leher rahim. Jika matang dilakukan induksi persalinan.

Jumlah air ketuban bisa ditambah drai luar dengan melakukan amnioinfusion. Cairan NaCl hangat atau sesuai suhu ruangan dimasukkan lewat leher rahim. Sehingga akan menurunkan angka cesar pada kasus oligohidramnion.

Menurutku peristiwa ini bisa dijadika sebuah pelajaran bagi para ibu atau para calon ibu di dunia ini temasuk aku yang nantinya akan menjadi seoarang ibu (amin….hehe…). Maka dari itu dari sekarang harus bisa hidup sehat dan banyak minum air putih.

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s