5 Alasan Mengapa Perencanaan Strategik Gagal.

Dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan sebuah pengendalian diri termasuk Sistem Pengendalian Manajemen. Selain dalam kehidupan sehari-hari, Sistem Pengendalian Manajemen juga sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan. In sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan dimana yang dimaksud adalah dengan adanya sistem pengendalian manajemen yang baik maka kelangsungan perusahaan dapat berjalan lebih lama atau jangka panjang dan itu baik untuk perusahaan.

Salah satu langkah yang diperlukan dalam sebuah manajemen perusahaan adalah perencanaan strategik. Namun kadangkala perencanaan strategik yang sudah dibuat oleh pihak manajemen masih saja mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Kemungkinan hal itu terjadi karena adanya kesalahan pada saat perencanaan stategik tersebut.

Berikut 5 alasan mengapa perencanaan strategik gagal
(sumber : managementfile.com oleh Rinella Putri.) :

(Vibiznews – Strategic) – Perencanaan stratejik umum dilakukan oleh perusahaan secara periodik. Namun pada implementasinya, kadangkala perencanaan ini gagal. Sebuah survey diadakan untuk mengetahui factor yang menyebabkan implementasi strategi menjadi tidak efektif.
Kategori berikut ini adalah respon paling populer.

1. Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu elemen penting dalam perencanaan stratejik. Visi dan tujuan strategis harus dikomunikasikan ke seluruh elemen organisasi. Gagalnya komunikasi dapat berdampak pada kegagalan perencanaan stratejik.

Komunikasi yang dibutuhkan dalam perencanaan stratejik antara lain adalah visi, misi, tujuan, langkah-langkah yang perlu dijalankan, jangka waktu dan lainnya. Komunikasi yang buruk antar anggota tim menghasilkan implementasi yang buruk. Selain itu, ekspektasi dan opini juga perlu dikemukakan secara terbuka.

2. Leadership
Leadership juga merupakan komponen penting dalam perencanaan stratejik. Leadership yang kurang menghasilkan banyak dampak buruk, antara lain alokasi sumber daya yang kurang tepat, control yang kurang, tidak selarasnya tujuan/strategi/aksi, system reward dan punishment yang tidak efisien dan sebagainya.

Jika leader tidak berperan dengan baik, maka harus ada anggota tim yang mau berperan sebagai leader dan mengeksekusi perencanaan menjadi suatu aksi yang konkret. Intinya, jadilah pemimpin dimanapun Anda berada, walaupun Anda bukan di posisi puncak.

3. Ide Tidak Didukung Rencana
Ide yang bagus tiada artinya tanpa didukung oleh rencana. Seringkali ide yang bagus hanya sekedar konsep saja, kemudian langsung diimplementasikan. Jika ide langsung diimplementasikan, tanpa rencana yang matang, maka ide tersebut bisa dibilang masih mentah.
Ide harus digodok menjadi sebuah perencanaan yang matang meliputi detail-detail pekerjaan yang harus dilakukan.

4. Manajemen Pasif
Manajemen pasif diawali oleh asumsi bahwa segalanya akan berjalan dengan sendirinya jika sudah dimulai. Sebuah perencanaan stratejik merupakan hal yang harus dikelola secara aktif. Karena jika tidak, maka hasilnya bisa buruk.

Manajemen disini berbeda dengan leadership. Jika leadership diharapkan untuk mengkomunikasikan visi dan mendukungnya dengan tindakan yang sesuai, maka manajemen diharapkan untuk mengetahui bagaimana eksekusi masing-masing taktik. Manajemen yang pasif tidak mengalokasikan pekerjaan-pekerjaan seharusnya pada masing-masing individual. Tidak ada yang melakukan follow up ketika seseorang tidak memenuhi deadline.

5. Motivation/Personal Ownership
Satu lagi hal yang membuat perencanaan stratejik gagal adalah tiadanya rasa memiliki dalam strategi tersebut. Intinya, orang hanya mau mengimplementasikan strategi jika itu menguntungkan dirinya.

Gejala-gejala terjadinya adalah penolakan dari karyawan, karyawan tidak melihat perencanaan stratejik sebagai sesuatu yang penting, kurangnya dukungan karyawan, kurangnya inisiatif dalam implementasi dan lainnya. Intinya, implementasi strategi tentu akan gagal jika tanpa melibatkan emosi atau passion.

Setelah Anda mengetahui factor-faktor tersebut, maka waspadailah, mungkin Anda bisa menelusuri apakah factor tersebut juga menghinggapi perusahaan Anda dan menghalangi efektivitas pengimplementasian strategi. Kelola faktor tersebut dengan baik, dan sukses sudah menunggu Anda.

Tentang uwiiii

suka baca novel dan suka segala sesuatu yang humoris. Ga usah terlalu serius lah tapi adakalanya keseriusan dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s